Emas Bertahan Tinggi, The Fed Mulai Ditekan Data Tenaga Kerja

Harga emas bergerak stabil di sekitar US$4.345 per troy ons pada perdagangan Senin pagi setelah mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari. Sepanjang pekan lalu, emas melonjak lebih dari 7% karena data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan.

Data Nonfarm Payrolls menunjukkan jumlah pekerjaan di AS turun pada Juli, sementara data dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum dan membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Pelemahan data tenaga kerja juga menekan dolar AS. Indeks dolar sempat turun sekitar 0,4% setelah laporan NFP dirilis pada Jumat, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar Amerika Serikat. Kondisi ini ikut membantu menjaga harga emas tetap tinggi.

Minat beli terhadap emas juga terlihat dari investor besar. Hedge fund dan manajer investasi meningkatkan posisi bullish emas ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan. Di China, ETF berbasis emas kembali mencatat arus dana masuk, sementara bank sentral China menambah cadangan emas sebanyak 640 ribu ons pada Juli, menandai pembelian selama 21 bulan berturut-turut.

Namun, risiko geopolitik masih menjadi perhatian. Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan final mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang fasilitas minyak Saudi di dekat Laut Merah. Situasi tersebut dapat kembali mengangkat harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.

Analisis Newsmaker: Momentum emas masih cenderung bullish setelah mampu bertahan di atas US$4.300 dan mendapat dukungan dari melemahnya tenaga kerja AS, turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga, serta pembelian institusi. Namun, kenaikan minyak akibat konflik Timur Tengah tetap menjadi risiko karena dapat menghidupkan kembali tekanan inflasi dan membuat The Fed kembali mempertimbangkan kebijakan yang lebih hawkish.


Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.