Harga emas (XAU/USD) kembali menguat untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat (9/10), melanjutkan pemulihan dari level terendah dua bulan di sekitar US$4.066 per troy ounce yang tercapai awal pekan. Penguatan emas didukung oleh pelemahan dolar AS setelah yield Treasury mengalami koreksi. Kondisi tersebut membuat emas kembali bergerak ke area atas kisaran mingguannya, meski ruang penguatan masih terbatas oleh ketidakpastian kebijakan The Fed dan risiko geopolitik.
Salah satu katalis positif datang dari penurunan yield obligasi AS setelah lelang Treasury tenor 30 tahun mendapat respons positif dari investor. Kondisi tersebut mendorong aksi ambil untung pada dolar yang sebelumnya berada di level tertinggi sejak April 2025. Selain itu, pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS tidak akan melanjutkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela 3 November turut menahan kenaikan harga minyak. Jika harga energi lebih terkendali, tekanan inflasi juga berpotensi mereda dan memberikan ruang bagi yield untuk turun.
Namun, risiko geopolitik masih menjadi faktor penting bagi emas. Ketegangan AS-Iran terkait program nuklir Tehran belum sepenuhnya terselesaikan, sementara risiko gangguan di Selat Hormuz dan meningkatnya konflik antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan koalisi yang dipimpin Arab Saudi masih menjaga premi risiko di pasar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven, terutama apabila muncul eskalasi baru yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Di sisi lain, prospek kebijakan The Fed masih menjadi tantangan bagi emas. Pasar masih memperhitungkan peluang lebih dari 80% untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sehingga dolar berpotensi kembali mendapatkan dukungan ketika terjadi koreksi. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Karena itu, pelemahan dolar saat ini belum cukup untuk memastikan bahwa rebound emas akan berubah menjadi tren kenaikan baru.
Newsmaker melihat, emas saat ini berada dalam fase rebound setelah mengalami tekanan cukup dalam pada awal pekan. Selama dolar dan yield Treasury terus menurun, emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan pemulihan. Namun, kenaikan berpotensi terbatas jika ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat. Untuk pergerakan selanjutnya, pasar akan mencermati data Sentimen Konsumen University of Michigan dan ekspektasi inflasi AS, karena data tersebut dapat memengaruhi arah yield, dolar, dan pada akhirnya menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.
Sumber: Newsmaker.id
