Harga emas anjlok tajam pada perdagangan Jumat (28/8) setelah pidato perdana Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole dinilai hawkish. Spot gold merosot 3,2% ke US$4.456,20 per troy ons, sementara kontrak emas berjangka turun 3,4% ke US$4.506,66. Secara mingguan, spot gold juga mencatat pelemahan sekitar 3,2%.
Tekanan muncul setelah Warsh menegaskan bahwa tren inflasi dasar Amerika Serikat belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Menurutnya, pasar tenaga kerja masih konsisten dengan kondisi full employment, sementara persoalan yang lebih mengkhawatirkan justru berada pada sisi stabilitas harga. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed belum selesai melawan inflasi.
Pasar langsung meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan 25 basis poin melonjak menjadi lebih dari 57%, dibanding sekitar 35% sehari sebelumnya. Pergeseran ekspektasi tersebut memberikan dorongan kuat terhadap dolar AS sekaligus menjadi tekanan besar bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Yield Treasury turut melonjak setelah pidato Warsh. Yield 10 tahun naik sekitar 5,3 basis poin ke 4,725%, sementara yield dua tahun yang lebih sensitif terhadap kebijakan Fed melonjak sekitar 12 basis poin ke 4,352%. Kenaikan yield membuat opportunity cost memegang emas meningkat dan mempercepat aksi jual bullion.
Koreksi ini terjadi setelah emas sebelumnya mendapat dorongan besar dari narasi debasement trade, dipicu kekhawatiran terhadap utang AS yang telah menembus US$40 triliun dan gejolak pasar Treasury. Namun, penguatan dolar hampir 1% sepanjang pekan dan kembalinya ekspektasi kenaikan suku bunga membuat investor mulai mengambil keuntungan dari reli besar sebelumnya.
Analisis Newsmaker: pidato Warsh menjadi perubahan penting bagi sentimen gold karena fokus pasar kembali bergeser dari risiko fiskal menuju inflasi dan potensi rate hike. Setelah area US$4.500 ditembus, tekanan jangka pendek masih cenderung bearish. Selama dolar dan yield bertahan kuat, emas berisiko menguji area US$4.400–US$4.420. Sebaliknya, pemulihan di atas US$4.500–US$4.550 dibutuhkan untuk meredakan tekanan jual dan menghidupkan kembali momentum bullish.
Sumber: Newsmaker.id
