Minyak Bertahan Di Dekat Level Tertinggi dalam 7 Pekan

Harga Minyak bertahan mendekati level tertinggi dalam tujuh pekan pada hari Selasa (10/6) karena Pasar menunggu hasil dari pembicaraan perdagangan antara AS dan Tiongkok.
Analis mengatakan kesepakatan perdagangan antara negara-negara dengan dua ekonomi terbesar dunia dapat meningkatkan harga dengan mendukung pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan permintaan Minyak.
Minyak mentah Brent berjangka turun 17 sen, atau 0,3%, menjadi $66,87 per barel, sementara Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 31 sen, atau 0,5%, menjadi $64,98.
Pada hari Senin, Brent menetap pada level tertinggi sejak 22 April dan WTI pada level tertinggi sejak 3 April.
Pembicaraan perdagangan antara AS dan Tiongkok berlangsung selama dua hari penuh dan hingga malam di London karena kedua negara mendorong terobosan pada kontrol ekspor yang saling bertentangan yang mengancam akan mengurai gencatan perang Tarif yang rumit.
Sementara Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan pembicaraan dagang dengan pejabat Tiongkok berjalan baik dan ia berharap pembicaraan itu akan berakhir pada Selasa malam, tetapi mengatakan pembicaraan itu bisa berlanjut hingga Rabu.
Selain itu itu, Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya untuk tahun 2025 sebesar empat persepuluh poin persentase menjadi 2,3%, dengan mengatakan bahwa Tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian yang meningkat menimbulkan “hambatan signifikan” bagi hampir semua ekonomi.(yds)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.