Emas Stabil Jelang CPI, Hormuz dan Suku Bunga Jadi Penentu

Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Rabu (12/08) setelah terkoreksi dari level tertinggi dua bulan pada sesi sebelumnya. Emas spot berada di sekitar US$4.368–US$4.370 per troy ons, setelah Selasa ditutup turun sekitar 0,5%.

Pasar masih mencermati perkembangan Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan AS dan Iran mulai mendekati suatu bentuk kesepakatan untuk membuka kembali jalur tersebut, meski Washington dan Teheran sama-sama menunjukkan sikap yang lebih keras dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, harga minyak masih bertahan tinggi setelah menguat selama empat sesi berturut-turut. Kondisi ini kembali menimbulkan kekhawatiran inflasi dan membuat pasar sulit memastikan arah kebijakan The Fed. Peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin bulan depan kini berada di sekitar 50:50.

Fokus utama investor hari ini tertuju pada CPI AS Juli. Konsensus memperkirakan inflasi bulanan naik sekitar 0,1%, setelah sebelumnya turun 0,4%. Setelah data tenaga kerja AS melemah, CPI yang lebih rendah dapat semakin mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Namun, risiko bagi emas tetap datang dari inflasi energi. Jika harga minyak tinggi mendorong CPI lebih panas, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mengangkat dolar dan yield Treasury serta menekan daya tarik emas.

Analisis Newsmaker: Gold masih bertahan kuat di atas US$4.300, tetapi belum mengonfirmasi kelanjutan rally besar. Area US$4.200 menjadi support penting, sementara US$4.500 menjadi resistance utama berikutnya. CPI yang lebih dingin dapat membuka peluang emas kembali menuju US$4.400–US$4.500, sedangkan inflasi yang panas berpotensi mendorong koreksi lebih dalam.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.