Emas Menguat Jelang NFP, Dolar dan Yield Masih Jadi Penghambat

Harga emas (XAU/USD) bergerak menguat pada perdagangan Jumat (2/10) setelah sempat tertekan pada sesi Asia. Spot gold berada di sekitar US$4.184,45 per troy ounce, tetapi masih menuju penurunan mingguan lebih dari 2%. Penguatan dolar AS dan yield Treasury yang tetap tinggi membuat kenaikan emas masih terbatas. 

Fokus utama pasar kini tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls (NFP) September. Konsensus memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 90.000 pekerjaan, turun dari 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,1%. Data upah juga akan dicermati karena dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan arah kebijakan Federal Reserve. 

Dari sisi kebijakan moneter, sejumlah pejabat The Fed mulai menunjukkan sikap lebih berhati-hati terhadap kenaikan bunga berikutnya. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober hanya sekitar 28%, turun tajam dari sekitar 70% pada awal pekan. Namun, peluang kenaikan pada Desember masih berada di sekitar 82%, sehingga tekanan kebijakan moneter belum sepenuhnya hilang. 

Tekanan terhadap emas juga datang dari pasar obligasi. Yield Treasury 10 tahun sebelumnya menyentuh 5,34%, tertinggi sejak 2002, sebelum sedikit turun. Pada saat yang sama, dolar AS bertahan dekat level tertinggi dalam 17 bulan, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. 

Risiko geopolitik masih memberikan dukungan terbatas terhadap permintaan safe haven. Amerika Serikat dilaporkan menambah kekuatan militernya di Timur Tengah, termasuk pengerahan gugus kapal induk tambahan dan ribuan personel, sementara ketegangan di kawasan Teluk tetap membuat pasar waspada terhadap potensi gangguan energi. 

Analisis Newsmaker: Emas memasuki sesi NFP dengan posisi yang cukup sensitif. Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali mendorong dolar dan yield sehingga menekan XAU/USD, sedangkan NFP yang lebih lemah berpotensi memperbesar ekspektasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan bunga dan membuka ruang pemulihan emas. Dengan tekanan makro dan geopolitik sama-sama tinggi, volatilitas diperkirakan meningkat menjelang dan setelah rilis data.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.