Harga emas bergerak stabil pada awal pekan Senin (21/09) setelah investor mempertimbangkan kondisi inflasi Amerika Serikat dan arah /kebijakan suku bunga The Federal Reserve atau The Fed. Harga emas spot berada di sekitar US$4.373,95 per troy ounce pada Senin pagi waktu Singapura, setelah sebelumnya mencatat kenaikan moderat dalam sepekan terakhir.
Perhatian pasar kini tertuju pada sejumlah pejabat The Fed yang dijadwalkan memberikan pernyataan pekan ini. Sebelumnya, The Fed secara bulat memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 15–16 September. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menekan inflasi yang masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%.
Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan inflasi AS masih terlalu tinggi. Menurutnya, tekanan harga saat ini tidak hanya berasal dari kenaikan harga minyak, tetapi sudah meluas ke berbagai sektor ekonomi. Pernyataan tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Pelaku pasar juga akan mencermati pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee pada Senin dan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada Selasa. Jika para pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga perlu dipertahankan lebih tinggi dalam waktu lebih lama, kondisi tersebut dapat menjadi tekanan bagi emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Selain itu, perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik di Timur Tengah juga menjadi perhatian pasar. Harga energi yang lebih tinggi berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi. Sementara itu, perak naik 0,2% ke US$66,38 per ounce, sedangkan platinum dan palladium juga bergerak menguat.
Sumber: Newsmaker.id
