Newsmaker.id — Harga emas mengawali perdagangan Asia Kamis (3/9) dengan kecenderungan menguat setelah mencatat rebound tajam pada perdagangan sebelumnya. Spot gold kembali mendekati area US$4.400 per ons setelah sempat jatuh ke level terendah hampir satu bulan. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil Treasury membantu mengembalikan minat beli terhadap logam mulia.
Pemulihan emas mendapat tambahan dukungan dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 48.000 dan menjadi pertumbuhan terlemah sejak Januari. Data tersebut memperkuat tanda bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum.
Dta ADP yang lemah membuat kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve sedikit mereda dan mendorong dolar serta yield Treasury turun dari level tertingginya. Kondisi ini menguntungkan emas karena penurunan yield mengurangi opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan bunga. Meski demikian, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed belum sepenuhnya hilang, terutama karena risiko inflasi dari tingginya harga energi masih membayangi pasar.
Perhatian investor kini beralih ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Jumat. Setelah ADP memberikan sinyal pelemahan tenaga kerja, NFP akan menjadi ujian utama apakah perlambatan tersebut cukup kuat untuk mengubah ekspektasi kebijakan The Fed. Selama menunggu data tersebut, emas berpotensi bergerak volatil dengan area psikologis US$4.400 menjadi perhatian utama pasar.
Dampak ke Pasar :
Untuk emas: ADP yang lebih lemah dari perkiraan cenderung positif bagi gold karena mengurangi tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga. Jika emas mampu bertahan dan menembus area US$4.400, momentum pemulihan berpeluang berlanjut. Namun, kegagalan bertahan di area tersebut masih membuka risiko koreksi kembali.
Untuk dolar AS: Data tenaga kerja yang melemah dapat memberi tekanan terhadap USD, terutama apabila data ketenagakerjaan berikutnya juga menunjukkan pelemahan.
Untuk The Fed: ADP 38 ribu menjadi sinyal pertama bahwa pasar tenaga kerja mulai melambat, tetapi belum cukup sendirian untuk membatalkan potensi kenaikan suku bunga. NFP dan tingkat pengangguran Jumat akan menjadi konfirmasi yang jauh lebih penting.
Untuk perdagangan hari ini: Fokus pasar akan bergeser dari ADP menuju jobless claims dan akhirnya NFP Jumat. Artinya, pemulihan gold saat ini masih bisa dianggap sebagai fase recovery, sementara konfirmasi arah yang lebih besar kemungkinan baru muncul setelah rangkaian data tenaga kerja AS berikutnya.
