Emas Stabil diarea Positive, Setelah Buyback Treasury Tekan Yield AS

Harga emas bertahan di sekitar US$4.500 per troy ounce pada perdagangan Kamis (20/8), setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 4% dan mencatat kenaikan harian terbesar dalam enam bulan. Penguatan tersebut terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat secara mengejutkan meningkatkan program buyback obligasi pemerintah tenor panjang untuk membantu meredam lonjakan biaya pinjaman.

Departemen Keuangan AS menyatakan akan meningkatkan sedikitnya dua kali lipat ukuran operasi buyback untuk obligasi tenor 10 hingga 30 tahun. Langkah tersebut dilakukan setelah yield Treasury jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Penurunan yield membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah karena logam mulia tidak memberikan bunga, sehingga daya tarik bullion kembali meningkat.

Pada saat yang sama, pemerintah AS mengungkapkan total utang publik negara tersebut telah menembus US$40 triliun untuk pertama kalinya. Kebijakan buyback memberikan dukungan tambahan terhadap pasar Treasury dan berpotensi melonggarkan kondisi finansial, tetapi pelaku pasar masih mempertanyakan apakah penurunan yield dapat bertahan dalam jangka lebih panjang.

Strategis Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong, menilai pergerakan emas setelah kenaikan tajam kemungkinan tidak akan berlangsung secara lurus. Menurutnya, penguatan yang lebih berkelanjutan akan sangat bergantung pada kemampuan yield Treasury untuk terus turun serta meningkatnya arus masuk dana ke ETF berbasis emas.

Di sisi lain, tekanan inflasi dari sektor energi masih menjadi risiko bagi emas. Harga minyak tetap tinggi karena prospek tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran terkait Selat Hormuz masih belum jelas. Ketegangan antara Iran dan Uni Emirat Arab juga menambah risiko geopolitik di Timur Tengah. Jika harga energi terus meningkat, tekanan inflasi dapat kembali menguat dan mendorong ekspektasi kebijakan moneter The Fed menjadi lebih ketat.

Risalah rapat FOMC Juli menunjukkan lebih banyak pejabat Federal Reserve mendukung kenaikan suku bunga dibandingkan tiga anggota yang secara resmi menyatakan perbedaan pendapat. Sejumlah pejabat lainnya juga membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan. Pada perdagangan Asia, emas spot turun sekitar 0,5% ke US$4.491,75 per troy ounce, sementara perak bergerak relatif stabil di US$67,01. Meski terkoreksi tipis, emas masih bertahan dekat area US$4.500 dengan arah berikutnya sangat bergantung pada pergerakan yield Treasury, dolar AS, dan kebijakan The Fed.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.