Hang Seng Melemah, Risiko Timur Tengah Tekan Sentimen


Yen Jepang kembali melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (22/07). Mata uang Jepang menembus level 163 per dolar AS, sekaligus jatuh ke posisi terendah sejak Oktober 1986. Pelemahan ini membuat pasar kembali waspada terhadap kemungkinan intervensi dari pemerintah Jepang untuk mempertahankan nilai tukar yen. Tekanan terhadap yen meningkat seiring ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak. Kenaikan harga minyak menjadi beban bagi perekonomian Jepang karena negara-negara tersebut sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah. Kondisi ini membuat pasar menilai tekanan terhadap neraca perdagangan dan inflasi impor Jepang berpotensi meningkat. Selain faktor minyak, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury turut menekan yen. Selisih suku bunga yang masih tersebar luas antara Jepang dan Amerika Serikat juga terus mendorong strategi carry trade, sehingga yen tetap berada dalam tekanan penjualan. Dari sisi dampak pasar, pelemahan yen dapat meningkatkan risiko intervensi Tokyo dan memicu volatilitas tajam pada USD/JPY. Tekanan tambahan juga datang dari kekhawatiran fiskal Jepang setelah pemerintah mengumumkan rencana belanja besar, sementara Bank of Japan masih berhati-hati dalam normalisasi kebijakan. Defisit neraca perdagangan Jepang pada bulan Juni turut memperkuat tekanan terhadap yen.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.