NFP Lemah, Fed Mulai Goyah, Emas Siap Terbang?!

Data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat yang rilis semalam memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan tenaga. Ekonomi AS hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah perkiraan pasar sekitar 110.000. Angka ini membuat investor mulai menilai bahwa tekanan terhadap Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat mulai berkurang. Namun, data ini belum cukup kuat untuk langsung membuka peluang pemangkasan suku bunga. Alasannya, inflasi AS masih tinggi dan belum kembali mendekati target 2% The Fed. CPI tahunan masih berada di atas 4%, sementara inflasi PCE yang menjadi acuan utama The Fed juga tetap tinggi. Jadi, meskipun tenaga kerja melemah, The Fed belum tentu berani cepat-cepat memangkas suku bunga. Dari sudut pandang dovish, NFP yang lemah bisa menjadi alasan bagi The Fed untuk menahan suku bunga. Jika pasar kerja terus melambat, konsumsi masyarakat bisa ikut melemah dan tekanan inflasi berpotensi turun perlahan. Dalam pandangan ini, The Fed kemungkinan tidak perlu menaikkan suku bunga lagi, tetapi cukup menunggu dampak kebijakan ketat sebelumnya bekerja ke ekonomi. Namun, dari pandangan hawkish, The Fed tetap harus berhati-hati karena inflasi masih membandel. Beberapa analis menilai pasar tidak boleh terlalu cepat membaca data NFP lemah sebagai sinyal pemangkasan suku bunga. Selama inflasi inti masih tinggi, harga energi belum sepenuhnya stabil, dan upah masih tumbuh, The Fed kemungkinan lebih memilih menahan suku bunga tinggi lebih lama daripada langsung memangkasnya. Dengan kondisi ini, skenario paling masuk akal adalah The Fed menahan suku bunga pada pertemuan terdekat. Peluang kenaikan suku bunga memang menurun setelah data NFP lemah, tetapi peluang pemangkasan suku bunga juga belum besar. Artinya, pasar sedang bergerak dari ekspektasi “rate hike” menuju “wait and see”, bukan langsung masuk ke skenario “rate cut”. Dampaknya ke emas cenderung positif selama dolar AS dan yield obligasi melemah. Jika emas mampu bertahan di atas area US$4.100, peluang naik masih terbuka ke US$4.130–US$4.150, bahkan bisa menguji US$4.180 jika momentum beli kuat. Namun, jika emas gagal bertahan di atas US$4.100, harga berisiko koreksi ke US$4.080, lalu US$4.050. Untuk hari ini, bias emas masih positif, tetapi tetap rawan profit taking setelah kenaikan tajam pasca-NFP.

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.