Emas Stabil, Volatilitas Hormuz Tahan Arah

Harga emas bergerak terbatas ketika pelaku pasar mencerna pernyataan yang saling bertentangan dari pejabat AS terkait perang di Timur Tengah, yang ikut memperbesar volatilitas di pasar energi. Bullion bertahan di sekitar US$5.200 per ons, setelah naik 1% pada sesi sebelumnya. Gedung Putih menyatakan AS belum mengawal kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, membantah unggahan Menteri Energi Chris Wright yang kemudian dihapus. Di saat yang sama, harga minyak memantul setelah jatuh tajam pada Selasa, sementara indeks dolar AS melemah sekitar 0,1%.

Memasuki hari ke-12, perang masih mengganggu produksi minyak mentah dan aktivitas pengilangan di kawasan Timur Tengah. Pentagon mengatakan AS dan Israel menjalankan hari serangan paling intens sejauh ini terhadap Iran dan tidak akan berhenti sampai Iran “dikalahkan,” menandai nada yang lebih agresif dibanding sinyal Presiden Donald Trump sebelumnya bahwa konflik bisa segera berakhir.

Bagi emas, kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve maupun bank sentral lainnya. Biaya pinjaman yang lebih tinggi umumnya menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas—yang telah naik sekitar seperlima tahun ini—juga menjadi sumber likuiditas bagi investor untuk memperkuat posisi portofolio di aset lain.

Pada pukul 06.19 waktu Singapura hari Rabu (11/3), spot gold naik tipis 0,1% ke US$5.197,28 per ons. Perak naik 0,7% ke US$88,90, sementara platinum dan palladium juga bergerak menguat.

Sumber: Bloomberg.com

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.