Minyak Turun, OPEC+ Pertimbangkan Tambah Produksi

Harga Minyak melemah tajam setelah laporan Reuters menyebut OPEC+ akan membahas kemungkinan kenaikan produksi baru pada pertemuan akhir pekan ini. West Texas Intermediate (WTI) sempat jatuh hingga 2,6% ke $64,07 per barel, sementara Brent untuk kontrak November turun 2,1% ke $67,71 per barel. Penurunan ini juga dipicu data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga mengurangi prospek konsumsi jangka panjang.
Sebelumnya, Pasar memperkirakan OPEC+ akan menahan produksi untuk Oktober setelah serangkaian kenaikan. Namun, langkah baru menambah pasokan bisa memperbesar surplus Minyak di kuartal keempat tahun ini, terutama ketika pasokan dari luar OPEC diprediksi melonjak. Strategi OPEC+ untuk merebut kembali pangsa Pasar membuat trader semakin waspada terhadap arah kebijakan kartel.
Menurut analis, keputusan OPEC+ kali ini berisiko. Jika benar menambah produksi di tengah permintaan musiman yang lebih lemah, Pasar bisa kelebihan pasokan lebih cepat. Meski begitu, sebagian pelaku Pasar masih percaya OPEC+ akan menahan diri, mengingat kenaikan pasokan berlebihan justru bisa merugikan harga Minyak global.
Ketidakpastian ini juga terjadi di tengah tekanan geopolitik. Presiden AS Donald Trump berusaha menekan India agar mengurangi impor Minyak Rusia, sekaligus mengirim kapal perang ke Venezuela dalam operasi kontra-narkotika. Kondisi ini menambah kompleksitas Pasar Minyak, yang kini harus menimbang baik-baik kombinasi faktor fundamental dan politik global.(ayu)
Sumber: newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.