Minyak Lesu, Surplus Menghantui

Harga Minyak melemah tipis dan menuju penurunan bulanan, karena investor menimbang kekhawatiran potensi kelebihan pasokan bersama ketegangan geopolitik, termasuk upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina.
West Texas Intermediate (WTI) turun mendekati $64 per barel, dengan acuan AS itu melemah lebih dari 7% sepanjang Agustus, sementara Brent membukukan kenaikan tipis pada Kamis. Harga Minyak kehilangan momentum bulan ini di tengah kekhawatiran bahwa pasokan global akan melampaui permintaan pada kuartal-kuartal mendatang, sehingga meningkatkan persediaan
Pelaku Pasar juga fokus pada Ukraina dan pasokan Minyak mentah dari Rusia (anggota OPEC+). Presiden AS Donald Trump mungkin akan menyampaikan pernyataan mengenai Moskow dan Kyiv pada Kamis waktu setempat, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt. Awal pekan ini, Washington memberlakukan Tarif 50% pada sebagian besar impor India untuk menghukum negara tersebut karena membeli Minyak Rusia.
Penurunan Minyak pada Agustus merupakan penurunan bulanan pertama sejak April, ketika harga komoditas terpukul oleh eskalasi tajam perang dagang Presiden Trump dan kekhawatiran terhadap konsumsi energi. Kekhawatiran luas tentang surplus-yang dipicu oleh proyeksi International Energy Agency-muncul setelah kampanye OPEC+ untuk memulihkan kapasitas yang sebelumnya dihentikan. (az)
Sumber: Bloomberg

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.