Perak Menguat di Tengah Defisit Pasokan dan Sentimen Safe-Haven

Harga Perak kembali menunjukkan momentum positif pada hari Selasa (12/8), dengan harga spot Perak naik sekitar 0,41% di $37.75, setelah mencatatkan penurunan di sesi sebelumnya terkait Investor mempertimbangkan langkah Trump pada hari Senin untuk memperpanjang gencatan senjata Tarif pada barang-barang Tiongkok selama 90 hari lagi hingga awal November. Langkah ini diharapkan meredakan kekhawatiran akan perang dagang yang kembali terjadi, sehingga mengurangi permintaan aset safe haven seperti Perak.
Kenaikan juga ini didorong oleh kekhawatiran pasokan. Kondisi back­wardation (di mana harga spot lebih tinggi daripada kontrak berjangka) menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara permintaan fisik dan pasokan, terutama karena trading di COMEX dan LME terus melampaui kapasitas produksi global.
HSBC memperbarui prospek harga Perak global, menaikkan estimasi rata-rata harga untuk 2025–2027 secara signifikan. Bank ini menyoroti dukungan dari harga Emas yang mencapai rekor dan meningkatnya permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik. Meski begitu, HSBC mengingatkan bahwa reli Perak lebih banyak disebabkan oleh efek tarik-menarik harga Emas daripada perubahan fundamental pasokan atau permintaan yang mendasar. (Arl)
Sumber : newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.