Minyak Menguat Tipis, Ketegangan Rusia dan Diplomasi Trump Jadi Sorotan

Harga Minyak dunia menguat tipis pada Kamis (07/8) setelah mengalami penurunan selama lima hari berturut-turut  penurunan terpanjang sejak Mei. Kenaikan ini terjadi seiring investor mencermati langkah AS dalam memberi sanksi kepada negara-negara pembeli Minyak Rusia, serta upaya diplomatik Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Harga Brent naik di atas $67 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar $65. Sebelumnya, Trump menggandakan Tarif atas produk India sebagai respons atas pembelian energi Rusia, dan membuka kemungkinan menerapkan tindakan serupa terhadap Tiongkok.
Di sisi pasokan, Pasar bersiap menghadapi potensi kelebihan Minyak pada akhir tahun setelah OPEC+ menambah kembali produksi sekitar 547.000 barel per hari untuk bulan September. Sementara itu, data terbaru menunjukkan cadangan Minyak mentah AS turun 3 juta barel pekan lalu, namun stok di pusat penyimpanan Cushing justru meningkat untuk pekan kelima berturut-turut.
Analis memperkirakan harga Minyak masih akan tertahan di kisaran awal $70 per barel karena kenaikan produksi dan stok. Namun, jika pertemuan yang direncanakan antara Trump, Putin, dan Zelenskiy gagal membawa kesepakatan damai, harga bisa melonjak kembali akibat kekhawatiran sanksi lanjutan terhadap pembeli Minyak Rusia.(alg)
Sumber: newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.