Harga Minyak Anjlok Pasca Serangan Israel-Iran Merusak Infrastruktur Energi Utama

Harga Minyak turun pada hari Senin (16/6), memangkas lonjakan 7% pada hari Jumat, karena serangan militer baru oleh Israel dan Iran selama akhir pekan tidak memengaruhi fasilitas produksi dan ekspor Minyak.
Harga Minyak berjangka Brent turun 93 sen, atau sekitar 1,3%, menjadi $73,30 per barel pada pukul 13.07 GMT, sementara harga Minyak berjangka WTI AS turun 99 sen atau hampir 1,4%, menjadi $71,99.
Kedua harga acuan melonjak lebih dari $4 per barel dalam perdagangan Asia sebelum kembali melemah. Harga Minyak ditutup 7% lebih tinggi pada hari Jumat, setelah melonjak lebih dari 13% selama sesi tersebut ke level tertinggi sejak Januari.
Rudal Iran menghantam Tel Aviv, Israel, dan kota pelabuhan Haifa pada hari Senin, menghancurkan rumah-rumah dan memicu kekhawatiran di antara para pemimpin dunia pada pertemuan G7 minggu ini bahwa konflik tersebut dapat meluas.
Saling serang antara Israel dan Iran pada hari Minggu mengakibatkan jatuhnya korban sipil, dengan kedua militer mendesak warga sipil di pihak lawan untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap serangan lebih lanjut.
Beberapa infrastruktur gas telah terkena serangan. Iran menghentikan sebagian produksi gas di ladang South Pars setelah serangan oleh Israel pada hari Sabtu. Gas yang diproduksinya dikonsumsi di dalam negeri. Minggu lalu, Israel menutup ladang gas lepas pantai Leviathan sebagai tindakan pencegahan. (Arl)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.