Harga Minyak Turun Setelah Laporan Pemerintah AS Yang Mengecewakan

Harga Minyak turun pada hari Rabu (21/5) setelah Pemerintah AS merilis data yang mengecewakan tentang persediaan Minyak mentah dan bahan bakar menjelang dimulainya musim mengemudi musim panas di Amerika Serikat, saat permintaan lebih tinggi.
Harga sebelumnya naik sekitar 1% menyusul laporan bahwa Israel mungkin bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran yang menimbulkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah.
Minyak mentah Brent berjangka turun 8 sen menjadi $65,30 per barel pada pukul 10:52 EDT (1452 GMT). Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 3 sen menjadi $62,00.
Persediaan Minyak mentah, bensin, dan sulingan AS semuanya membukukan peningkatan yang mengejutkan dalam seminggu hingga 16 Mei, data terbaru dari Badan Informasi Energi menunjukkan pada hari Rabu. Persediaan Minyak mentah naik sebesar 1,3 juta barel, sementara persediaan bensin naik sekitar 800.000 barel dan stok sulingan naik sekitar 600.000 barel.(alg)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.