Dolar Australia Terus Menguat Meski Ada Peningkatan Penghindaran Risiko

Dolar Australia (AUD) terus menguat untuk sesi ketiga berturut-turut terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat. Namun, kenaikan pasangan AUD/USD dapat dibatasi karena Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Tarif kumulatif AS atas barang-barang tiongkok telah naik menjadi 145%. Pengumuman tersebut meningkatkan ketegangan dalam sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara dua ekonomi terbesar dunia, meningkatkan kekhawatiran bagi Australia mengingat hubungan dagangnya yang kuat dengan Tiongkok.
AUD mendapat dukungan pada hari Kamis dari laporan bahwa Australia sedang bersiap untuk melanjutkan negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa (UE). Selain itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Tiongkok juga mengadakan pembicaraan dengan kepala perdagangan UE Maros Sefcovic, yang menyatakan minatnya untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kerja sama industri dengan blok tersebut.
Tiongkok juga menaikkan Tarif atas 84% ​​impor Amerika dan menambahkan enam perusahaan AS—termasuk perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan seperti Shield AI dan Sierra Nevada—ke dalam daftar hitam perdagangannya. Tiongkok juga memberlakukan kontrol ekspor pada beberapa perusahaan Amerika, seperti American Photonics dan BRINC Drones.(Ads)
Sumber: FXStreet

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.