Dolar AS menguat setelah angka Barang Tahan Lama yang optimis

Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, hanya beberapa sen kurang dari 104,50 dan berkonsolidasi pada hari Rabu setelah rilis data Pesanan Barang Tahan Lama AS untuk bulan Februari.
Di satu sisi, DXY melihat beberapa tekanan jual dari kesepakatan gencatan senjata Laut Hitam yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS), di mana Ukraina bersedia berkomitmen dan Rusia menarik kembali dan menuntut pencabutan semua sanksi terhadap bank dan perusahaan pertanian.
Di sisi lain, tekanan beli datang dari komentar dari Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan Tarif Tembaga akan datang dalam beberapa minggu, jauh lebih cepat dari yang diantisipasi Pasar.
Di sisi data ekonomi, Pesanan Barang Tahan Lama bulan Februari mendorong Greenback lebih tinggi. Ekspektasi cukup bearish, dengan kontraksi 1% untuk angka perkiraan dibandingkan dengan peningkatan 3,2% bulan sebelumnya. Sebaliknya angka positif yang mengejutkan dan revisi ke atas dari pembacaan sebelumnya membuat Dolar AS terapresiasi. Terkait dengan Federal Reserve (Fed), Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkarai dan Presiden Fed St Louis Alberto Musalem akan berpidato pada hari Rabu ini.(ads)
Sumber: FXStreet

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.