Dolar Australia Menguat saat Greenback Melemah

Dolar Australia menguat di atas $0,648 pada Rabu (14/5), yang menandai sesi Penguatan kedua berturut-turut, karena greenback melemah menyusul data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Pergerakan tersebut semakin didukung oleh membaiknya sentimen seputar perdagangan global setelah AS dan Tiongkok sepakat untuk menurunkan Tarif selama periode 90 hari, yang meredam kekhawatiran akan tekanan ekonomi yang berkepanjangan dan membantu mengangkat harga komoditas.
Mengingat ketergantungan ekspor Australia yang besar pada Tiongkok, khususnya dalam bahan mentah, mata uang lokal tetap sangat sensitif terhadap dinamika perdagangan AS-Tiongkok. Di sisi domestik, data menunjukkan pertumbuhan upah Australia melampaui ekspektasi pada kuartal pertama, sementara persetujuan pinjaman rumah menurun, menawarkan gambaran yang beragam tentang latar belakang ekonomi.
Ke depannya, Reserve Bank of Australia secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuannya pekan depan, karena terus mendukung pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.(yds)
Sumber: Trading Economics

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.