Gold Kembali Tertekan, JOLTS dan NFP Jadi Penentu

Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Selasa (3/11), dengan XAU/USD turun di bawah US$3.950 setelah sebelumnya rebound dari level terendah dalam setahun. Pelemahan terjadi seiring dolar AS menguat tipis dan imbal hasil obligasi AS kembali naik.

Tekanan terhadap emas semakin besar setelah data ISM Manufacturing PMI AS Oktober menunjukkan aktivitas manufaktur berkembang selama 10 bulan berturut-turut. Indeks tersebut naik menjadi 55,5 dari 54,5 pada September dan melampaui ekspektasi pasar, memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup solid.

Kondisi tersebut turut menjaga ekspektasi kebijakan The Fed tetap hawkish. Namun, penguatan dolar masih terbatas karena investor berhati-hati menjelang pemilu paruh waktu AS yang akan menentukan kendali Kongres. Ketidakpastian hasil pemilu membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi besar.

Di sisi lain, peluang diplomasi AS-Iran masih menjadi perhatian. Donald Trump mengatakan Iran menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri perang, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut konsultasi melalui mediator berlangsung intensif. Namun, negosiasi Iran dan Qatar sejauh ini belum menghasilkan terobosan.

Risiko geopolitik juga masih tinggi setelah meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven tetap berpotensi muncul, sekaligus membatasi ruang pemulihan emas.

Perhatian pasar kini beralih ke data JOLTS Job Openings yang akan dirilis pada sesi Amerika Utara. Namun, katalis terbesar pekan ini tetap Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat, yang berpotensi menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed dan pergerakan Gold selanjutnya.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.