Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak melemah pada perdagangan Rabu setelah dolar AS melanjutkan penguatan akibat meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga tambahan Federal Reserve (The Fed). Emas bergerak mendekati level US$4.300 per troy ounce setelah sebelumnya sempat mencoba melakukan pemulihan dari tekanan di bawah level tersebut.
Tekanan terhadap emas berasal dari meningkatnya permintaan terhadap dolar AS setelah The Fed mempertahankan pandangan hawkish terkait kebijakan moneter. Bank sentral AS sebelumnya menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan memberikan sinyal masih adanya peluang satu kali kenaikan tambahan hingga akhir tahun.
Pandangan tersebut diperkuat oleh sejumlah pejabat The Fed. Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai kebijakan pengetatan masih diperlukan karena risiko inflasi tetap tinggi. Sementara itu, Presiden The Fed Boston Susan Collins dan Presiden The Fed Richmond Tom Barkin juga membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan bunga semakin kuat setelah CME FedWatch Tool menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 90%. Kondisi ini memberikan dukungan terhadap dolar AS dan membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor.
Namun, faktor geopolitik Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Umum PBB menyatakan masih mempertimbangkan langkah besar terkait konflik Iran, antara mencapai kesepakatan atau mengambil tindakan lebih keras apabila konflik tidak terselesaikan. Di sisi lain, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan AS Steve Witkoff juga menjadi perhatian terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Newsmaker melihat, emas saat ini berada dalam tekanan kuat dari kombinasi dolar AS yang menguat dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Meski risiko geopolitik masih memberikan dukungan sebagai aset safe haven, pasar saat ini lebih fokus terhadap arah kebijakan The Fed. Jika peluang kenaikan bunga semakin besar, emas berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. Namun, perkembangan positif dalam negosiasi Iran–AS dapat mengurangi risiko geopolitik dan mengubah arah sentimen pasar.
Sumber: Newsmaker.id
