Inflasi Australia Melandai, CPI Juni Turun ke 3,8%

Inflasi tahunan Australia melandai ke level 3,8% pada Juni 2026, turun dari 4,0% pada Mei. Angka ini juga lebih rendah dari perkiraan pasar yang memperkirakan inflasi tetap berada di 4,0%. Penurunan tersebut menjadi kenaikan harga paling lambat sejak Februari. Meski begitu, inflasi Australia masih berada di atas kisaran target Reserve Bank of Australia atau RBA, yaitu 2% hingga 3%. Tekanan inflasi mereda terutama karena inflasi barang turun menjadi 3,5% dari sebelumnya 4,2%. Biaya transportasi juga melambat tajam, hanya naik 0,1% dibandingkan 3,3% pada Mei, sekaligus menjadi laju paling rendah dalam empat bulan terakhir. Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen atau CPI Australia turun 0,1% pada Juni. Angka ini lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2%, meskipun pada bulan sebelumnya CPI tercatat turun 0,7%. Dari sisi dampak market, data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat menekan dolar Australia karena pasar bisa menilai tekanan bagi RBA untuk menaikkan suku bunga mulai berkurang. Namun, karena inflasi inti seperti trimmed mean dan weighted median masih berada di 3,6% secara tahunan, RBA kemungkinan tetap berhati-hati sebelum memberi sinyal pelonggaran kebijakan.


Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.