Harga emas bergerak melemah tipis pada Selasa (09/6) di sesi Asia, diperdagangkan di sekitar US$4.320. Bullion masih bertahan dalam mode defensif karena pasar menilai risiko suku bunga tinggi semakin kuat, sementara ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah belum benar-benar mereda.
Di lapangan, Iran dan Israel disebut sepakat menahan intensitas serangan setelah eskalasi yang sempat mengganggu upaya negosiasi damai. Namun, pernyataan dari pihak Iran menegaskan tensi belum sepenuhnya turun: Teheran menyatakan menghentikan operasi untuk saat ini, tetapi memperingatkan akan melanjutkan aksi bila Israel terus menyerang, termasuk di Lebanon selatan. Kondisi ini membuat pasar tetap berhati-hati dan menjaga headline risk tetap tinggi.
Meski emas biasanya mendapat dukungan saat geopolitik memanas, kali ini efeknya tertahan oleh kanal inflasi dan suku bunga. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi menjaga harga energi tinggi, yang pada gilirannya menambah kekhawatiran inflasi global. Jika inflasi bertahan, bank sentral cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama lingkungan yang kurang ramah bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Faktor penekan lain datang dari AS. Data tenaga kerja yang kuat pekan lalu mendorong pasar kembali menaikkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed. Ketika peluang pengetatan naik, dolar dan yield cenderung menguat, membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-USD dan mengurangi daya tarik bullion dibanding aset berbunga.
Pasar kini memandang peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember meningkat signifikan dibanding sebulan lalu, mencerminkan repricing yang lebih hawkish. Fokus berikutnya adalah data inflasi AS pekan ini: CPI (Rabu) dan PPI (Kamis), yang akan menjadi penentu apakah pasar akan semakin mengunci skenario “higher for longer” atau memberi ruang napas bagi emas.
Dalam jangka sangat pendek, arah emas akan ditentukan oleh kombinasi tiga hal: apakah ketegangan Timur Tengah kembali memanas, bagaimana reaksi yield dan dolar setelah rilis CPI/PPI, serta apakah pasar kembali menambah taruhan kenaikan suku bunga. Selama ekspektasi pengetatan tetap naik, pemulihan emas berpotensi terbatas meski risiko geopolitik belum hilang.
Sumber: Newsmaker.id
