USD/JPY bergerak di atas level psikologis 160 pada sesi Asia, seiring dolar AS bertahan kuat setelah The Fed memberi sinyal lebih waspada terhadap inflasi. Reuters melaporkan yen melemah menembus 160 per dolar, sementara dolar berada dekat level tertinggi dua pekan karena ekspektasi pemangkasan suku bunga AS kembali menurun.
Tekanan terhadap yen datang dari kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah keputusan The Fed menahan suku bunga dengan voting paling terbelah sejak 1992. Pasar membaca kondisi ini sebagai sinyal bahwa suku bunga AS berpotensi bertahan tinggi lebih lama, sehingga selisih imbal hasil AS-Jepang tetap menjadi beban bagi yen.
Di Jepang, perhatian pasar mulai tertuju pada risiko intervensi. Level 160 dianggap sebagai area sensitif bagi otoritas Jepang, meski analis menilai intervensi kemungkinan belum dilakukan selama pelemahan yen berlangsung bertahap dan tidak terlalu kacau.
Faktor lain yang ikut menekan yen adalah lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah. Jepang sebagai importir energi besar menghadapi risiko biaya impor yang lebih tinggi, sehingga pelemahan yen dapat memperburuk tekanan inflasi domestik.(CP)
Sumber: Newsmaker.id
