Harga emas bertahan menguat di awal perdagangan Rabu, ditopang optimisme bahwa AS dan Iran berupaya mencapai penyelesaian lewat negosiasi yang dapat meredakan tekanan inflasi dari guncangan pasokan energi. Bullion berada di sekitar US$4.840/oz setelah naik 2,1% pada sesi sebelumnya.
Sumber yang mengetahui pembahasan mengatakan Washington dan Teheran sedang menyiapkan putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari ke depan. Presiden Donald Trump, dikutip New York Post, menyebut negosiasi bisa berlanjut “dalam dua hari ke depan,” menjaga pasar pada narasi deeskalasi meski situasi lapangan masih rapuh.
Dukungan tambahan datang dari kombinasi pasar makro: dolar melemah 0,3% dan saham AS melonjak pada Selasa, sementara minyak relatif stabil pada Rabu. Pelemahan dolar membantu emas yang dihargakan dalam USD, dan penurunan harga energi dalam beberapa hari terakhir turut mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya menahan pergerakan emas.
Namun emas masih menghadapi hambatan dari sisi suku bunga. Kekhawatiran inflasi sempat mendorong pasar memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga lebih lama atau bahkan mengetatkan, yang biasanya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Secara kumulatif, emas masih turun sekitar 8% sejak konflik dimulai, karena tekanan likuiditas pada fase awal perang sempat mendorong investor melepas posisi untuk menutup kerugian di aset lain.
Risiko geopolitik tetap menjadi faktor penentu. Kebuntuan di Selat Hormuz masih berlangsung, dengan AS melanjutkan blokade laut untuk menekan ekspor minyak Iran, sementara Teheran mempertimbangkan jeda pengiriman jangka pendek. Bahkan jika perang berakhir, gangguan pasokan diperkirakan tidak pulih cepat karena infrastruktur energi Teluk dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan misil dan drone. Emas spot terakhir turun tipis 0,1% ke US$4.838,53/oz pada 07:13 waktu Singapura.
5 Poin Inti :
– Emas bertahan dekat US$4.840/oz setelah reli 2,1% pada sesi sebelumnya.
– AS–Iran disebut menyiapkan putaran kedua talks; Trump mengatakan bisa lanjut “dua hari ke depan.”
– Dolar melemah 0,3% dan reli saham AS mendukung emas; minyak stabil membantu meredakan tekanan inflasi.
– Risiko suku bunga masih membatasi: inflasi energi sempat dorong ekspektasi higher-for-longer, negatif bagi emas non-yielding.
– Konflik Hormuz masih rapuh: blokade AS dan potensi jeda pengiriman Iran menjaga volatilitas; pemulihan energi bisa lama karena kerusakan infrastruktur.
Sumber: Newsmaker.id
