Emas Naik Tipis, Ekonomi AS Melemah Jadi Pendorong Utama

Harga emas naik tipis di awal pekan, didorong oleh melemahnya ekonomi Amerika Serikat yang meningkatkan minat investor terhadap aset aman. Logam mulia itu diperdagangkan di sekitar $4.026 per ons setelah pekan lalu bergerak mendatar. Kenaikan harga emas terjadi setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS jatuh mendekati level terendah dalam sejarah, dipicu oleh dampak shutdown pemerintahan dan kenaikan harga barang.

Shutdown terpanjang dalam sejarah AS tampaknya segera berakhir setelah kelompok senator Demokrat moderat setuju mendukung kesepakatan untuk membuka kembali sebagian lembaga pemerintahan. Harapan akan berakhirnya kebuntuan politik ini sempat menekan harga emas, namun kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi tetap menjaga permintaan terhadap logam mulia tersebut.

Meski telah turun sekitar 8% dari rekor tertingginya di atas $4.380 per ons pada pertengahan Oktober, harga emas masih mencatat kenaikan lebih dari 50% sepanjang tahun ini. Faktor-faktor yang mendorong reli besar itu mulai dari ketidakpastian ekonomi dan geopolitik hingga pembelian masif oleh bank sentral dan investor ritel — masih bertahan di pasar.

Pada perdagangan Senin pagi waktu Asia, harga spot emas naik 0,4% menjadi $4.016,92 per ons. Indeks Dolar Bloomberg sedikit menguat 0,1%, sementara harga perak, platinum, dan paladium juga ikut menanjak. Investor kini menunggu perkembangan terbaru soal kebijakan pemerintah AS dan data ekonomi berikutnya untuk menentukan arah pasar selanjutnya.

Sumber: Newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.