Harga Perak Tertekan karena Kuatnya Dolar AS

Harga Perak terus melemah pada hari Selasa (29/07), bertahan di bawah level $38,20 per ons dan mendekati posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Tekanan ini terutama disebabkan oleh Penguatan Dolar Amerika Serikat (AS), yang membuat logam mulia seperti Perak menjadi kurang menarik bagi investor global. Penguatan Dolar terjadi setelah adanya perjanjian perdagangan baru yang dinilai menguntungkan ekonomi AS.
Pernyataan Presiden Donald Trump pada hari Senin turut menambah tekanan di Pasar. Trump memperingatkan bahwa negara-negara yang tidak menyepakati perjanjian dagang terpisah dengan AS bisa dikenai Tarif baru sebesar 15% hingga 20%, jauh lebih tinggi dari Tarif 10% yang sebelumnya diberlakukan pada bulan April. Ancaman ini memicu ketidakpastian dan membuat investor semakin berhati-hati.
Sementara itu, Pasar masih menantikan hasil dari perundingan perdagangan antara AS dan Tiongkok yang saat ini berlangsung di Stockholm. Kedua negara berharap dapat memperpanjang masa damai perdagangan selama 90 hari sebelum tenggat waktu pada 12 Agustus. Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada keputusan suku bunga dari Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu ini. Meskipun diperkirakan suku bunga tetap, pelaku Pasar akan mencermati sinyal apakah ada kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September.(ayu)
Sumber: newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.