Perak Tembus Rekor Baru di Atas $51, Didukung Ketegangan Global

Harga Perak melonjak lebih dari 2% ke atas $51 per ons pada perdagangan Senin(13/10), menandai rekor tertinggi baru sepanjang masa. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kekhawatiran politik global yang mendorong investor beralih ke aset safe haven. Presiden Donald Trump sempat mengancam akan menerapkan Tarif 100% terhadap barang-barang Tiongkok mulai 1 November, meski kemudian memberi sinyal siap bernegosiasi dengan Presiden Xi Jinping menjelang pertemuan APEC akhir bulan ini.
Kenaikan harga juga diperkuat oleh ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan ini dan kemungkinan kembali melakukannya pada Desember. Penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia seperti Perak dan Emas, karena mengurangi imbal hasil aset berisiko.
Selain itu, pengetatan pasokan Perak fisik di Pasar London turut memperkuat reli harga. Kekhawatiran geopolitik yang lebih luas-mulai dari penutupan pemerintahan AS, gejolak politik di Prancis, hingga ketidakpastian kepemimpinan di Jepang-semakin mempertegas posisi Perak sebagai aset lindung nilai utama di tengah kondisi global yang tidak menentu. (az)
Sumber: newsmaker.id

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.